Skip to main content

25 Oktober 2021 : ASYB Menyikapi CAPRES

 .

.
.
25 Oktober 2021 : ASYB Menyikapi CAPRES 
.
Bapak Ibu Kawan ASYB yang baik. 
Salam Sehat
.
Mengingatkan kembali Misi Visi ASYB dalam menjaga PANCASILA, NKRI dan KEBHINNEKAAN, maka keutuhan ASYB menjadi tanggung jawab bersama utamanya sebagai organ yang bebas dari pengkultusan individu,  keberpihakan pada  kepentingan kelompok, parpol, dll yang justru bisa berpotensi menimbulkan friksi di dalam ASYB sendiri. 
.
ASYB sebagai lembaga beranggota perorangan dengan spektrum literasi, pengalaman, dan umur yang sangat luas beragam tidak akan tergesa dalam dukung mendukung person CAPRES.
.
Walau secara organisasi ASYB juga tidak melarang anggota ASYB untuk dukung mendukung person CAPRES.
.
ASYB saat ini hanya mengingatkan pada semua anggota dan pengurus untuk tidak menggunakan FORUM yg mengatasnamakan ASYB dalam melakukan pergerakan dukung mendukung kepada orang / pihak tertentu dalam pencapresan. 
.
Untuk  dipahami, demi menjaga keutuhan ASYB sebagai organ taktis menjaga PANCASILA, NKRI dan KEBHINNEKAAN, maka ASYB pada saat ini baru sebatas : akan menyampaikan kriteria ideal calon pemimpin nasional. Namun belum akan menyebut nama.
.
Kriteria Calon pemimpin RI nantinya akan disampaikan ASYB secara resmi pada waktu yang tepat dengan memperhatikan dinamika sosial politik tanah air.
.
Jangan sampai kita sebagai sesama NASIONALIS justru akan saling berseberangan pendapat pada suatu pilihan yang berpotensi menjadikan perpecahan. Untuk itu mohon sekali lagi kita saling menguatkan dan terus memperkokoh kebersamaan dalam marwah ASYB, untuk kepentingan lebih besar keutuhan NKRI, menjaga Pancasila dan Kebhinnekaan.
.
Matur suwun kawigatosanipun. Salam. 

Jogja, 25 Oktober 2021,

Nana Je Justina
KETUA UMUM ASYB
2019 - 2022

Mengetahui :
- Ketua Dewan Penasihat ASYB
- Ketua Dewan Pengawas ASYB

cc
Semua Pengurus


Popular posts from this blog

Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung ASYB - Periode 3 tahun pertama 2019 - 2022 masa Tugas 2021 - 2022

. Pergantian dan Pelantikan PENGURUS dan NARAHUBUNG  ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu  Periode Tiga Tahun Pertama 2019 – 2022  Untuk masa Tugas  September  2021 -  2022 . . . Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung [ Koordinator Alumni perwakilan SMA sederajat DIY berjalan lancar. Karena saat ini DIY masih PPKM Level 3 maka, Pelantikan yang sudah ditunda karena pandemi ini akhirnya dilakukan secara Offline dan Daring dari kediaman sebagian besar pengurus dan Narahubung [ Koordinator ]. . Dua lokasi dipilih menjadi lokasi Offline adalah ; - Pendopo Langgar Duwur Boharen, Kotagede Yogyakarta dan  - Area Kotabaru Yogyakarta . Dua lokasi ini dipilih mengingat Yogyakarta memiliki 5 wilayah heritage / warisan budaya yaitu Kraton, Pakualaman, Malioboro, Kotagede dan Kotabaru Yogyakarta,  maka wilayah  " dua KOTA " di Yogyakarta ini sangat relevan untuk kami pilih menjadi lokasi acara. Khusus untuk Lokasi Pendopo Langgar Duwur Boharen, selain juga merupakan salah satu

OMAH ROPINGEN KAMPUNG PANDEYAN KOTAGEDE: TITIK KECIL UNTUK MEMAHAMI PARADOKSALITAS SOSIOLOGI POLITIK INDONESIA. #achmadcharriszubair

  Foto: republika.co.id Untuk mengingatkan peristiwa 30 September 1965 yang melibatkan PKI dan membawa tragedi kemanusiaan di negeri kita. Saya reposting status saya dua tahun yang lalu.  Hanya mencoba melihat sisi lain dari peristiwa yang tidak ingin terulang lagi. Bagi yang mengenal secara dekat Tan Malaka dan atau Aidit, tahu bahwa keduanya berasal dari keluarga muslim yang taat. Bahkan DN Aidit yang sempat memimpin PKI partai dengan stigma atheispun, ada yg menyaksikan masih melakukan sholat lima waktu.  Dimasa remajanya, Aidit yang berasal dari keluarga Muhammadiyah adalah muadzin yang merdu di Masjid kampungnya Belitong. Tan Malaka bagaimanapun juga  santri dari ranah Minangkabau. Bahkan Moeso merupakan anak Kyai dari Jawa Timur. Di Kotagede, bekas ibukota Kerajaan Jawa Islam Mataram, terdapat rumah yang menyimpan catatan sejarah, yang menjadi titik awal, hiruk pikuk konflik ideologis, bahkan titik awal konflik berdarah dan menyisakan kepedihan bagi yang terlibat. Banyak kisah ki

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta