Skip to main content

Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.


.

Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ulang Tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb, Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan permaisuri bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

7 Maret 2021, Ngarsa Dalem genap bertakhta selama 32 tahun berdasarkan hitungan tahun Masehi.

Sementara, berdasarkan hitungan tahun Jawa, genap bertakhta selama 33 tahun pada Hari Sabtu Pon 29 Rejeb, Tahun Jimakir 1954 atau tanggal 13 Maret 2021.

.
.

Sebelum Bertahta

Terlahir dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito pada tanggal 2 April 1946 di Yogyakarta, kemudian menghabiskan sepanjang hidupnya di kota yang ia cintai, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka10 tumbuh menjadi pribadi yang sangat dekat dengan kota dan rakyatnya. Setelah dewasa beliau ditunjuk oleh ayahandanya sebagai Pangeran Lurah atau yang dituakan diantara semua pangeran di Keraton Yogyakarta. Mas Jun, begitu beliau biasa disapa pada saat muda, kemudian diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi.

Sebelum bertahta sebagai Sultan Yogyakarta, KGPH Mangkubumi sudah terbiasa dengan pelbagai urusan di pemerintahan. Beliau sering diminta membantu tugas-tugas ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Selain itu, KGPH Mangkubumi sendiri juga aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Beberapa jabatan yang pernah beliau emban diantaranya sebagai Ketua Umum Kadinda DIY, Ketua DPD Golkar DIY, Ketua KONI DIY dan Presiden Komisaris PG Madukismo.

Pada tanggal 2 Oktober 1988 Sri Sultan Hamengku Buwono IX wafat. KGPH Mangkubumi kemudian menjadi calon paling tepat untuk menjadi Sultan berikutnya. Proses suksesi ini menjadi hal yang baru dalam sejarah Keraton Yogyakarta. Pada era sebelumnya, setiap Sultan yang akan dilantik harus mendapat persetujuan dari Belanda.

Sesaat sebelum dinobatkan, KGPH Mangkubumi mendapat gelar Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram yang bermakna sebagai putera mahkota. Setelah itu, baru kemudian secara sah beliau dinobatkan sebagai Sultan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 7 Maret 1989 atau Hari Selasa Wage, tanggal 29 Rajab 1921 berdasarkan penanggalan Tahun Jawa. [ www.kratonjogja.id] 

Popular posts from this blog

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta

Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo | Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan NKRI secara VIRTUAL

 . Kamis (6/8) Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono  Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto,   memberikan keterangan dalam Konferensi Pers terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.  . Dalam konferensi pers yang bertempat di Kantor Presiden, Jakarta, dijelaskan bahwa rangkaian peringatan acara HUT Ke-75 RI yang akan digelar secara terbatas di tengah pandemi diharapkan tidak mengurangi makna peringatan, tetap khidmat dan meriah. . Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2020 silakan download materi :  https://bit.ly/2PBvP2o Dilansir Setkab.go.id, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upacara virtual tersebut dapat mendaftarkan terlebih dahulu melalui laman Pandang Istana yang beralamat

Himbauan Taktis dan Pernyataan Sikap ASYB - Menghadapi Aksi Mengeluarkan Pendapat Di Muka Umum Di Yogyakarta 20 sd 28 Oktober 2020

Yogyakarta, 19 Oktober 2020 Bapak /  Ibu /  kawan – kawan ASYB yang baik, ditempat Hal : Himbauan Taktis dan Pernyataan Sikap ASYB -  Menghadapi Aksi Mengeluarkan Pendapat Di Muka Umum  Di Yogyakarta Salam,  Himbauan  taktis untuk Warga ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu, menghadapi Aksi ( mengeluarkan pendapat dimuka umum )  di Yogyakarta  1. Tidak perlu panik,  JOGJA SIAGA dari Aksi  20 s.d 28 Oktober 2020 2. Media Sosial  pergunakan hashtag #JogjaAdemAyem  3. Patuhi Protokol Kesehatan, MASKER, JAGA JARAK, CUCI TANGAN PAKAI SABUN,  HINDARI KERUMUNAN 4. Catatlah nomor penting  Jaringan Aparat Keamanan ( POLRI dan TNI )  sekitar anda *Terlampir untuk dikembangkan  5. Selalu siaga dan waspada. Lakukan pengamanan tertutup  berkelompok di kawasan sekitar kediaman masing - masing terutama pada jalur – jalur lokasi aksi.  6. Terus saling bertukar perkembangan situasi, saring berita HOAX,  pantau Aksi melalui jaringan terpercaya  masing – masing,  dan CCTV : https://cctv.jogjakota.go.id/ 7.