Skip to main content

 


WARGA YOGYA DUKUNG SIKAP TEGAS SULTAN

▪️1.076 Pihak termasuk ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu Tandatangani Pernyataan Kecaman.

Pernyataan tegas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengecam pelaku rusuh dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD DIY pada Kamis 8/9 lalu disambut positif warga.

Senada dengan Sultan warga berharap pihak kepolisian memproses hukum para pelaku kerusuhan.

Sebagaimana telah diberitakan akibat demonstrasi yang berujung ricuh, gedung DPRD DIY dirusak massa, pos jaga dan sejumlah kendaraan polisi hancur serta restoran Legian di Jl. Malioboro dibakar. Banyak lapak pedagang kaki lima terkena imbas kericuhan. 

Warga DIY sontak menyampaikan lima sikap. Pertama mengutuk aksi kekerasan massa. Kedua mendukung aparat berwenang mengusut dan memproses hukum para pelaku rusuh. Ketiga menyerukan kepada massa demonstran untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib serta menghormati hak-hak masyarakat sipil lainnya. Keempat warga DIY siap turun tangan menghadapi pihak manapun yang mengganggu/mengancam keamanan ketertiban masyarakat dan kelima meminta Negara untuk merespon dinamika politik di masyarakat dengan sigap dengan mengedepankan prinsip keadilan dan mengutamakan kepentingan umum. 

Pernyataan sikap bersama ini dalam tempo singkat ditandatangani secara virtual oleh 1.076 perwakilan lembaga dan tokoh warga.  

Berdasar data mereka berasal kalangan kepariwisataan seperti ASITA, PHRI, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi PUTRI, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia GIPI, Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY, Cipta Wisata Indonesia, Asosiasi Museum Barahmus DIY, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia dll. 

Kemudian kelompok seni budaya antara lain Dewan Kebudayaan DIY, Sanggar Seni Bagong Kussudiarjo, ArtJog, Jogja Festival, Komunitas Biola Jogja, Sanggar Seni Keprak, Paguyuban Bregada Rakyat DIY, Paguyuban Dalang Muda, Heritage Cycling Club, Pengelola Wisata Becici, Tebing Brekdi, Menoreh Adventure, Jogja Hotelier 

Motor community, Sanggar Topeng Koran, Sineprak Anak Muda, Sanggar Keroncong Yogyakarta, Penggiat dan Pemangku Desa Budaya, Tratag Budaya Estetik, Kampung Wisata 

Cokrodiningratan, Sekolah Seni Alam Yogyakarta dll. 

Berikutnya kelompok  keagamaan yakni Kevikepan DIY, WKRI DIY, PGI DIY, FMKI DIY, PHDI DIY, Pemuda Ahmadiyah, Komunitas Lintas Iman, Mekar Asmaraning Gusti dll.

Selanjutnya kelompok ormas dan kepemudaan yaitu Barisan Ansor Serbaguna, Fatayat NU, HMI Cabang Yogyakarta,  Karang Taruna, Resimen Mahasiswa, FKPPI, Pemuda Pancasila, GAMKI, Gerakan Rakyat Cinta Pancasila, Keluarga Besar Marhaenis, ORARI, AELI, dll.

Terdapat pula dukungan dari kelompok pendidikan seperti UGM, ISI, Tamansiswa, IKAUII, UJB, UAJY, USD, UST, PGRI Yogyakarta, Yayasan De Britto, STIKes Surya Global, Kampun UNMAHA, Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta, Seminari Tinggi St. Paulus, Dewan Pendidikan DIY dll. 

Tak ketinggalan kelompok komunitas warga antara lain Gemayomi, Santri Mlangi, GK Center, Tentara Langit Familia, ASYB Aliansi SMA Yogya Bersatu, Laskar Jogja, Rejomulia, Laskar Kebaya Metal, Garda Songsong Buwana, Sekber Keistimewaan, Foreder, Persatuan Bumi Samin Surosentiko, Forum Dialog Kebangsaan, PAIDJO Paguyuban Alumni ISI Jogja, Kagama, IKKJ, Kotikam, KIBER Kricak Bersatu, Wiridan Sarikraman, Bolo Mancing, Paguyuban Kawula Mataram, Komunitas Pendaki Gunung, Vox Point, Sedulur Jogja Istimewa, Reksa Rumah Zakat, KITA DIY, Penggiat Literasi BOEKOE Sewon, Rumah Tahfizd Amanah Gamping, Paguyuban Kawasan Malioboro dll. 

Turut serta kelompok profesi  dan usaha APINDO DIY, Perhimpunan Advocat Indonesia, PKL Malioboro, Bumdes Panggung Lestari, Pengusaha Sosrowijayan Wetan, Virtual Outdoor Training, Komunitas Otomotif Jogja, Koperasi Pemasaran UMKM Karya Persada Sejahtera, Driver Online, Ikatan Pengusaha Kuliner Online Yogyakarta, Gapeknas, RS. Bethesda, RS. Sardjito dll. 

Tercatat sejumlah tokoh masyarakat seperti GKR. Hemas, GKR. Mangkubumi, KPH. Purbodiningrat, BPH. Hario Seno, Bambang Paningron, Robby Kusumaharta, My Esti Wijayanti, Etsar Mukhtazar, Ki Prijo Mustiko, Bram Makahekum, Rany Widayati, Susilo Adi Negoro, Timbul Raharjo, Sindung Tjahyadi, Rani Sjamsinarsi, Bagus Sumbarja, Lestanta Budiman, Nano Asmorodono, Kuss Indarto, Harry Van Jogja, Ki Catur Kuncoro dll.

Daftar lengkap terlampir.

Sikap warga mencerminkan tingginya rasa handarbeni terhadap Yogyakarta yang aman dan damai sekaligus harapan agar semua komponen bangsa dapat saling menghormati satu sama lain. 

Ucapan terimakasih diberikan kepada 1.076 lembaga/tokoh warga yang telah ikut menandatangani pernyataan bersama.

Kedepan sinergi ini perlu terus dipelihara demi terciptanya ketentraman warga.

Salam Budaya.

Widihasto Wasana Putra / Koordinator Sekber Keistimewaan DIY.


---------


---------






Popular posts from this blog

E - Certificate Peserta WEBINAR ANCAMAN RADIKALISME DI TENGAH PANDEMI 26 JUNI 2020

. . . 3 JULI 2020  PANITIA MENGIRIMKAN LINK DOWNLOAD E-CERTIFICATE  MELALUI EMAIL MASING - MASING PESERTA YANG TELAH  MENGISI FORM PRESENSI YANG DIKIRIMKAN MELALUI  INBOX CHAT ZOOM WEBINAR PADA SAAT WEBINAR BERLANGSUNG *Klik foto untuk memperbesar . . . .

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta

Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo | Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan NKRI secara VIRTUAL

 . Kamis (6/8) Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono  Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto,   memberikan keterangan dalam Konferensi Pers terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.  . Dalam konferensi pers yang bertempat di Kantor Presiden, Jakarta, dijelaskan bahwa rangkaian peringatan acara HUT Ke-75 RI yang akan digelar secara terbatas di tengah pandemi diharapkan tidak mengurangi makna peringatan, tetap khidmat dan meriah. . Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2020 silakan download materi :  https://bit.ly/2PBvP2o Dilansir Setkab.go.id, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upacara virtual tersebut dapat mendaftarkan terlebih dahulu melalui laman Pandang Istana yang beralamat