Skip to main content

PROFICIAT : Selamat Ulang Tahun ke-5 SRILI Srikandi Lintas Iman

 .

.

ASYB mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-5 SRILI Srikandi Lintas Iman
Terus jaga kebhinnekaan, kokoh kuat berbalut kelembutan, kita terus bergandengan tangan untuk INDONESIA MAJU !!
.

Srikandi Lintas Iman (SRILI) Yogyakarta
lahir dari kepedulian perempuan-perempuan lintas iman di DIY untuk duduk bersama, berbagi, dan bertukar gagasan serta program untuk mengelola keberagaman agama, sosial-budaya. Gerakan ini dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam menciptakan keharmonisan, keamanan, kenyamanan, keadilan, serta perdamaian di tengah-tengah masyakarat.

.
Konteks sosial berupa peristiwa-peristiwa kekerasan berbasis agama yang terjadi di Yogyakarta dan beberapa wilayah lainnya, menjadi catatan buruk bagi keberlangsungan keharmonisan di masyarakat. Maraknya gerakan radikal dan aksi-aksi intoleran yang mengancam kemajemukan dan persatuan bangsa, juga menjadi pendorong bagi perempuan lintas iman untuk melakukan gerakan sipil akar rumput melalui dialog dan kerjasama antariman, dan membuka ruang diskusi untuk berani menafsir ulang ajaran-ajaran agama-agama dalam memandang kebebasan beragama dan berkeyakinan, juga bagaimana umat beragama dapat berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

.
Pada 28-29 Agustus 2015, bertempat di Wisma Mawar Asri, Kaliurang, Yogyakarta, 32 perempuan dari berbagai agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu) berkumpul dan bergumul dalam workshop dengan tema “Revitalisasi Peran Perempuan dalam Mengelola Keberagaman Agama di Yogyakarta”. Mereka berasal dari berbagai organisasi perempuan keagamaan di DIY, seperti Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyyah, Wanita Katolik Indonesia dan Perempuan Khonghucu Indonesia. Ada juga yang dari perguruan tinggi keagamaan seperti Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten dan Universitas Kristen Duta Wacana, dari Gereja Kristen Jawa serta Vihara Vidyasena.

Workshop tersebut diinisiasi oleh Wiwin Siti Aminah Rohmawati (sebagai awardee KAICIID International Fellows Programme) bersama Pengurus PW Fatayat NU DIY. Pada 29 Agustus 2015 diakhir workshop, Srikandi Lintas Iman dideklarasikan sebagai komunitas perempuan lintas iman yang diharapkan aktif melakukan dialog dan peduli pada persoalan sosial, terutama persoalan perempuan dan anak. Dengan deklarasi tersebut, diharapkan tindak lanjut revitalisasi pengelolaan keberagaman, dapat diambil dan diperankan oleh perempuan sebagai aktor perubahan.

Lebih Lengkap tentang SRILI : 
https://www.srikandilintasiman.org/profil-srikandi-lintas-iman-yogyakarta/

Popular posts from this blog

E - Certificate Peserta WEBINAR ANCAMAN RADIKALISME DI TENGAH PANDEMI 26 JUNI 2020

. . . 3 JULI 2020  PANITIA MENGIRIMKAN LINK DOWNLOAD E-CERTIFICATE  MELALUI EMAIL MASING - MASING PESERTA YANG TELAH  MENGISI FORM PRESENSI YANG DIKIRIMKAN MELALUI  INBOX CHAT ZOOM WEBINAR PADA SAAT WEBINAR BERLANGSUNG *Klik foto untuk memperbesar . . . .

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta

Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo | Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan NKRI secara VIRTUAL

 . Kamis (6/8) Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono  Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto,   memberikan keterangan dalam Konferensi Pers terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.  . Dalam konferensi pers yang bertempat di Kantor Presiden, Jakarta, dijelaskan bahwa rangkaian peringatan acara HUT Ke-75 RI yang akan digelar secara terbatas di tengah pandemi diharapkan tidak mengurangi makna peringatan, tetap khidmat dan meriah. . Penyempumaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2020 silakan download materi :  https://bit.ly/2PBvP2o Dilansir Setkab.go.id, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upacara virtual tersebut dapat mendaftarkan terlebih dahulu melalui laman Pandang Istana yang beralamat