Skip to main content

Tolak Kepulangan Bekas WNI Pembela ISIS







Tolak Kepulangan Bekas WNI Pembela ISIS
.
Forum Selamatkan NKRI - DIY [ FORSA - DIY ] menyerukan untuk menolak keras rencana kepulangan para teroris atau kombatan eks WNI (Warga Negara Indonesia) yang ikut merusuh Suriah di bawah bendera ISIS. Mereka, para kombatan ISIS tersebut, telah dengan sengaja dan sadar meninggalkan Indonesia dan menanggalkan status kewarganegaraan Republik Indonesia untuk kemudian pergi ke Suriah menjemput ilusi mereka tentang negara khilafah.

Sekitar seratusan anggota Forum Selamatkan NKRI - DIY ini menyampaikan seruan tersebut pada hari Jumat siang, sekitar pukul 14.30 WIB, 7 Februari 2020 di depan 3 anggota DPRD Propinsi D.I. Yogyakarta. Mereka adalah Retno dari Fraksi PDIP, Steven dari Fraksi PSI dan seorang legislator lainnya dari Fraksi Gerindra.

Pada kesempatan itu, 8 orang peserta aksi berbicara menyampaikan pendapatnya mewakili organisasi massa. Penyampaian pendapat itu kemudian ditanggapi oleh ketiga anggota DPRD DIY. Pada intinya kedua belah pihak memiliki satu pendapat sama bahwa kepulangan bekas WNI yang membela ISIS di Suriah itu harus ditolak. Ujung acara pertemuannitu adalah pembacaan sikap Forum Selamatkan NKRI - DIY yang dibacakan oleh Nana Je Justina.

Seusai pertemuan dengan anggota DPRD DIY, semua peserta dari Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan berjalan kaki bersama menuju ke Kantor Pos Besar Yogyakarta yang jaraknya sekitar 750 m dari gedung DPRD DIY. Mereka berjalan sembari membawa dan mengacung-acungkan poster kecil seukuran 3/4 kuarto bergambar rambu lalu lintas tanda verbodden (dilarang masuk) dengan teks "Kombatan ISIS Dilarang Masuk".

Massa yang terdiri dari para aktivis itu beriringan menuju Kantor Pos Besar untuk mengirimkan surat berisi Pernyataan Sikap dari Forum Selamatkan NKRI - DIY kepada Presiden RI Jokowi. Pengiriman surat tersebut adalah bukti konkret bahwa forum ini sangat serius memberikan penolakan atas rencana kepulangan eks WNI yang menyeberang membela ISIS.

Ini juga sekaligus sebuah pesan simbolik bahwa masyarakat Yogyakarta mendukung Presiden Jokowi untuk serius mengikis gerakan ideologis yang ingin mengganti ideologi Pancasila sebagai landasan dasar negara Indonesia. Setelah mengirimkan surat untuk Presiden di Kantor Pos Besar Yogyakarta, para peserta aksi segera membubarkan diri.

Beberapa jam sebelum aksi dari Forum Selamatkan NKRI - DIY, kira-kira pukul 13.30 WIB, di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta atau Titik Nol Kilometer juga berlangsung sebuah aksi massa. Isu yang diangkat (setidaknya seperti yang terpampang dalam beberapa spanduk yang dibawa) adalah tentang "Selamatkan Quds". Quds adalah nama lain untuk kota Jerusalem. Entahlah, apa relevansi aksi tersebut untuk konteks Indonesia. *** Sumber FB Kuss Indarto - Foto Pay Agung A, Didiet, Kuss dan berbagai sumber

PERNYATAAN SIKAP
Berikut pernyataan sikap Forum Selamatkan NKRI - DIY yang dibacakan di depan anggota DPRD DIY dan dikirimkan kepada Presiden RI Joko Widodo:

Kepada Yang Terhormat
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Istana Merdeka
Jakarta

Salam Sejahtera,

Kami FORUM SELAMATKAN NKRI - Daerah Istimewa Yogyakarta sebuah Forum Jaringan Aktifis yang memiliki visi menjaga NKRI, PANCASILA dan Kebhinnekaan dan juga aktif menjaga NKRI khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dari gerakan intoleransi dan radikalisme.

Bersama surat ini FORUM SELAMATKAN NKRI – Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari sejumlah ORGANISASI MASYARAKAT di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta setelah membaca dinamika dan wacana pengembalian Kombatan ISIS ke Indonesia dan dinamika terkait maka dengan ini:

1. Kami FORUM SELAMATKAN NKRI DIY memberikan pernyataan sikap menolak kembalinya kombatan ISIS ke Indonesia.

2. Kami FORUM SELAMATKAN NKRI DIY dan mendorong Bapak Presiden Republik Indonesia untuk:
- Memerintahakan Menteri Hukum dan HAM untuk mengambil keputusan mencabut Status Kewarganegaraan kombatan/anggota ISIS
- Mendesak Presiden untuk segera mengganti Menteri Agama Fachrul Rozi.

3. Kami mendukung setiap langkah Presiden Republik Indonesia untuk mengambil keputusan politik dan hukum untuk menjaga keutuhan NKRI.

Alasan kemanusiaan kiranya tidak untuk direspon dengan pengembalian kombatan ISIS ke Indonesia melainkan dengan memberikan hak kelola kepada UNHCR sebagai lembaga internasional yang lebih memiliki hak dan kewajiban melakukan respon kemanusiaan.

Sesegera mungkin negara dalam hal ini KemenhukHAM secara resmi mencabut hak kewarganegaran kombatan ISIS sebagai konsekuensi tindakan mereka baik individu maupun kelompok, dan menyerahkan hak kelola kombatan ISIS kepada UNHCR.

Sesegera mungkin memberhentikan Bapak Fahrul Razi sebagai Menteri Agama demi menjaga kondusivitas sosial politik, menghindari wacana, pernyataan, maupun tindakan overlapping kembali di kemudian hari.

Demikian surat ini kami sampaikan agar dapat menjadikan perhatian Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Atas perhatian dan kesediaan Bapak Presiden kami haturkan terima kasih.

FORUM SELAMATKAN NKRI - DIY

Nana Je Justina (Koordinator)

Bayu Hendarta (Sekretaris)

Tembusan:
Ketua DPRD DIY

Lampiran:

Tandatangan Perwakilan Ormas Anggota

1. ASYB (Alumni SMA Yogyakarta Bersatu)
Karuharan Kris

2. REJOMULYO & ASYB
Hilarius Ngaji Mero

3. REJOMULYO
Widihasto Wasana Putra

4. PAIDJO
Sanjaya Kuss Indarto

5. GK CENTER
Bambang Wijaya

6. GEMAYOMI
Lestanta Budiman (Lobo)

7. FOREDER
Bayu "Malam" Hendarta

8. DPD PIKI DIY

9. FORKOM MMD DIY
Bambang Praswanto

Popular posts from this blog

Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung ASYB - Periode 3 tahun pertama 2019 - 2022 masa Tugas 2021 - 2022

. Pergantian dan Pelantikan PENGURUS dan NARAHUBUNG  ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu  Periode Tiga Tahun Pertama 2019 – 2022  Untuk masa Tugas  September  2021 -  2022 . . . Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung [ Koordinator Alumni perwakilan SMA sederajat DIY berjalan lancar. Karena saat ini DIY masih PPKM Level 3 maka, Pelantikan yang sudah ditunda karena pandemi ini akhirnya dilakukan secara Offline dan Daring dari kediaman sebagian besar pengurus dan Narahubung [ Koordinator ]. . Dua lokasi dipilih menjadi lokasi Offline adalah ; - Pendopo Langgar Duwur Boharen, Kotagede Yogyakarta dan  - Area Kotabaru Yogyakarta . Dua lokasi ini dipilih mengingat Yogyakarta memiliki 5 wilayah heritage / warisan budaya yaitu Kraton, Pakualaman, Malioboro, Kotagede dan Kotabaru Yogyakarta,  maka wilayah  " dua KOTA " di Yogyakarta ini sangat relevan untuk kami pilih menjadi lokasi acara. Khusus untuk Lokasi Pendopo Langgar Duwur Boharen, selain juga merupakan salah satu

OMAH ROPINGEN KAMPUNG PANDEYAN KOTAGEDE: TITIK KECIL UNTUK MEMAHAMI PARADOKSALITAS SOSIOLOGI POLITIK INDONESIA. #achmadcharriszubair

  Foto: republika.co.id Untuk mengingatkan peristiwa 30 September 1965 yang melibatkan PKI dan membawa tragedi kemanusiaan di negeri kita. Saya reposting status saya dua tahun yang lalu.  Hanya mencoba melihat sisi lain dari peristiwa yang tidak ingin terulang lagi. Bagi yang mengenal secara dekat Tan Malaka dan atau Aidit, tahu bahwa keduanya berasal dari keluarga muslim yang taat. Bahkan DN Aidit yang sempat memimpin PKI partai dengan stigma atheispun, ada yg menyaksikan masih melakukan sholat lima waktu.  Dimasa remajanya, Aidit yang berasal dari keluarga Muhammadiyah adalah muadzin yang merdu di Masjid kampungnya Belitong. Tan Malaka bagaimanapun juga  santri dari ranah Minangkabau. Bahkan Moeso merupakan anak Kyai dari Jawa Timur. Di Kotagede, bekas ibukota Kerajaan Jawa Islam Mataram, terdapat rumah yang menyimpan catatan sejarah, yang menjadi titik awal, hiruk pikuk konflik ideologis, bahkan titik awal konflik berdarah dan menyisakan kepedihan bagi yang terlibat. Banyak kisah ki

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta