Skip to main content

Mendamba Indonesia | Ratusan Vokalis, Pemusik dari seluruh Indonesia | Untuk Hari Lahir PANCASILA

.


MENDAMBA INDONESIA
(Longing Indonesia)
Ciptaan : Rm. Fikalis Rendy
Arransemen : Ryo Emanuel
.
.
Indonesia Interfaith Virtual Voice
Dengan bangga beberapa Anggota ASYB berpartisipasi dalam Virtual Choir Mendamba Indonesia oleh Indonesia Interfaith Virtual Voice mempersembahkan Virtual Choir dari seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke berbagai agama berbagai suku.
Bersama-sama 
.
Agama dan beragama tercerahkan melalui pengalaman selama masa pandemic ini, agar benar-benar dimaknai sebagai sunatullah, sebagai anugerah Allah, yang patut disyukuri dan dibuktikan dalam praktek kehidupan bersama. Bahwa kehidupan bersama yang saling menghidupkan di antara seluruh warga bangsa Indonesia dan di antara bangsa-bangsa di dunia sangat penting dan berarti.
.
Orchestra” antara semangat, suara, musik, lagu, teknologi IT yang canggih, serta optimisme dan harapan, ternyata bisa mempersatukan dengan solid semangat bangsa ini secara positif dan konstruktif, agar bangsa ini tetap kuat, semangat dan berpengharapan. INDONESIA BISA MENGATASI PANDEMI INI DAN MELANJUTKAN PERJALANAN HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA DENGAN LEBIH BAIK, MANUSIAWI DAN DAMAI.
.
Semoga HARAPAN akan KEMANUSIAAN dan DAMAI bagi semua orang, bagi dunia, bagi alam semesta, bagi kita semua, bisa terwujud. Amin! 
SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA, 1 JUNI 2020
.
.
Peserta IIVV
.
1. Achi Pradipta - Yogyakarta
2. Agnes Laylicha - Yogyakarta
3. Agneshinta Biki - Gorontalo
4. Agung Irby - Yogyakarta
5. Ainun Jamilah - Makassar Sulsel
6. Aisyah Mustafa - Yogyakarta
7. Anastasia Ajeng - Yogyakarta
8. Anastasia Mika - Yogyakarta
9. Andar Rujito - Yogyakarta
10. Anisa Listiana - Kudus Jateng
11. Anya Odessa - Yogyakarta
12. Ayik Teteki - Magelang Jateng
13. Baskoro Waskitho - Yogyakarta
14. Bhustam Tan - Yogyakarta
15. Billy Bokay - Palu Sulteng
16. C. Rizkia - Jakarta
17. Christiane Marlene - Yogyakarta
18. Christine Sutikno - Bogor Jabar
19. Clara Ajeng - Yogyakarta
20. Clara Lifiatri - Semarang Jateng
21. Devi Ratna - Yogyakarta
22. Diah Pramusinto - Sleman DIY
23. Diakon Andi Muda - Ketapang Kalbar
24. Eddo Wilfridus - Yogyakarta
25. Elvie Tengker - Yogyakarta
26. Endang Kristyawati - Yogyakarta
27. Fitri Rahmayati - Garut Jabar
28. Fr. Alfa Amorista - Yogyakarta
29. Fr. Athanasius Deimen - Yogyakarta
30. Fr. Christian Aldo - Yogyakarta
31. Fr. Christian Timur - Yogyakarta
32. Fr. Merry Christian - Yogyakarta
33. Fransisca Rina - Yogyakarta
34. Galih Raka - Yogyakarta
35. Genoveva Dian - Yogyakarta
36. Greg Wijaya - Magelang Jateng
37. Hidayatut Thoyyibah - Kulon Progo DIY
38. Iin Indra - Yogyakarta
39. Jade Loho - Manado Sulut
40. Joe Joe - Jakarta Selatan
41. Juny Jety - Jakarta
42. Kalbi - Gorontalo
43. King Kin Maharani - Kroya Jateng
44. Koba Kalengkongan - Sulut
45. Margarisje Iis - Yogyakarta
46. Marhaeni Mawuntu - Manado Sulut
47. Maria Ida - Yogyakarta
48. Mariatul Asiah - Kalimantan Selatan
49. Martha Rini - Yogyakarta
50. Mauren Tatipatta - Makassar Sulsel
51. Meilina Sariri - Makassar Sulsel
52. Mely Lengkong - Bekasi Jabar
53. Merly Ardhani - Yogyakarta
54. Meta Mahayati - Yogyakarta
55. Mgr. Christophorus Tri Harsono - Uskup Keuskupan Purwokerto 
56. Mikhael Christian - Manado Sulut
57. Monica Wahyu - Yogyakarta
58. Nana Je - Yogyakarta
59. Nana Ka - Yogyakarta
60. Nana Widyas - Yogyakarta
61. Nanik Cut - Yogyakarta
62. Nanik Mustika - Yogyakarta
63. Nanny Uswanas - Fak Fak Papua Barat
64. Nazrina Zuryani - Denpasar
65. Neny Nuraini - Yogyakarta
66. Nico Gara - Minahasa Utara Sulut
67. Nina Maretta - Yogyakarta
68. Noenoeng Poedjo - Yogyakarta
69. Novy Palijama - Ambon Maluku
70. Nur Hidayah - Makassar Sulsel
71. Pdt. Augustien Kaunang - Tomohon Sulut
72. Pdt. Boydo Hutagalung - Batam Kepri
73. Pdt. Christian Muryati - Yogyakarta
74. Pdt. Irene Umbu Lolo - Sumba Timur NTT
75. Pdt. Jo Hehanusa - Yogyakarta
76. Pdt. Monica Joris - Magelang Jateng
77. Pdt. Nicolas L Kaana - Kupang NTT
78. Proponen Junita  - Poso Sulteng
79. Queenningtyas - Yogyakarta
80. Ravieka Fathya - Balikpapan Kaltim
81. Reza Widianingsih - Solo Jateng
82. Rm Sigit Pranoto SCJ - Yogyakarta
83. Rm. Antonius Dadang - Yogyakarta
84. Rm. Fikalis Rendy - Limpung Jateng
85. Rm. Kristi Adi - Kroya Jateng
86. Rm. Martinus Maryoto - Pemalang Jateng
87. Rosita Rahmaningsih - Yogyakarta
88. Roy Wiro - Gorontalo
89. Ryo Emanuel - Yogyakarta
90. Sartilah Winarta - Yogyakarta
91. Sr. Imma Silalahi - Medan Sumut
92. Sr. Verena FCJM - Pematangsiantar Sumut
93. Sukma Pertiwi - Tangerang Selatan Banten
94. Teofani Widyan - Yogyakarta
95. Thomas Soekarto - Yogyakarta
96. Veronica Wening - Yogyakarta
97. Vivi George - Sulawesi Utara
98. Waredayani - Kalimantan Selatan
99. Wayan Suweta - Yogyakarta
100. Widya Wannee - Yogyakarta
101. Wiwin Rohmawati - Yogyakarta
102. Wurry Oene - Yogyakarta
103. Yuli Miroto - Yogyakarta
104. Yusuf Simatupang - Yogyakarta

.
.
Pemusik


1. Keyboard: Gregorius Eka-Yogyakarta
2. Violin: Inoeg Mac - Canberra-Australia
3. Saxophone: Paschalis Genta-Jakarta
4. Cello: Dominicus Catur-Jakarta
5. Bass: Joanes Christo-Yogyakarta
6. Drum: Iryan Wibowo: Yogyakarta
.
Voice Guide Singers:
- Sopran : Margarisje Iis
- Alto : Maria Ida
- Tenor : Agung Irby
- Bass : Ryo Emanuel
- Cantus Firmus : Rm. Fikalis Rendy
.
MENDAMBA INDONESIA
Ciptaan : Rm. Fikalis Rendy
Arransemen : Ryo Emanuel
.
Audio Mixing & Mastering : Rm. Fikalis Rendy
Video Editing : Ryo Emanuel
Global Interfaith Network Relationship : Elga J. Sarapung
Production Assistant & Data Recording : Iin Indra
Executive Producer : Ryo Emanuel
Production : Interfaith Voice & Interfidei
.
.
Lembaga / Organisasi yang mendukung
1 Aletheia Worship
2 ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu
3 Ensambel Vokal Ekklesia
4 Forum Pemuda Lintas Agama Indonesia
5 Gereja Toraja Jemaat Kota Jakarta Kelapa Gading
6 GPIB
7 GPIG
8 Institut Kalaway Muda
9 Jaringan Lintas Iman (JALIN) Harmoni Sulsel
10 Kepercayaan Kerokhanian Sapta Darma
11 Keuskupan Purwokerto
12 Komunitas Pager Piring Magelang
13 Komunitas Pelangi Perempuan Interfaith KalSel
14 NYZ Research and Consulting
15 Pemuda Katolik
16 Pemuda Kreatif Lintas Iman (MUKTI)
17 Persaudaraan Lintas Iman (PLI) Makassar.
18 Rumah Perbedaan
19 Sanglah Institute
20 SAR Search and Rescue DIY
21 Satu Indonesia
22 Skolastikat SCJ
23 SMA BOPKRI 1 Yogya
24 Srawung Lintas Agama Yogyakarta
25 Srikandi Lintas Iman
26 STT INTIM Makasar
27 Swara Parangpuan Sulut
28 Temu Kebangsaan Orang Muda (Tembang)
29 Terung Ne Lumimuut Sulut
30 Univ Kristen Indonesia Tomohon (UKIT)
31 Univ. Islam Negeri Sunan Kalijaga
32 Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas, Makasar
.
Youtube Interfaith : https://youtu.be/3i6Y0wVDVTo

.

Popular posts from this blog

Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung ASYB - Periode 3 tahun pertama 2019 - 2022 masa Tugas 2021 - 2022

. Pergantian dan Pelantikan PENGURUS dan NARAHUBUNG  ASYB Alumni SMA Yogyakarta Bersatu  Periode Tiga Tahun Pertama 2019 – 2022  Untuk masa Tugas  September  2021 -  2022 . . . Pergantian dan Pelantikan Pengurus dan Narahubung [ Koordinator Alumni perwakilan SMA sederajat DIY berjalan lancar. Karena saat ini DIY masih PPKM Level 3 maka, Pelantikan yang sudah ditunda karena pandemi ini akhirnya dilakukan secara Offline dan Daring dari kediaman sebagian besar pengurus dan Narahubung [ Koordinator ]. . Dua lokasi dipilih menjadi lokasi Offline adalah ; - Pendopo Langgar Duwur Boharen, Kotagede Yogyakarta dan  - Area Kotabaru Yogyakarta . Dua lokasi ini dipilih mengingat Yogyakarta memiliki 5 wilayah heritage / warisan budaya yaitu Kraton, Pakualaman, Malioboro, Kotagede dan Kotabaru Yogyakarta,  maka wilayah  " dua KOTA " di Yogyakarta ini sangat relevan untuk kami pilih menjadi lokasi acara. Khusus untuk Lokasi Pendopo Langgar Duwur Boharen, selain juga merupakan salah satu

Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia

  Sejarah Perayaan IMLEK - Indonesia  . Ada yang tak biasa di Kota Semarang pada malam 23 Januari 2001. Itu adalah malam tahun baru Imlek dan kelenteng-kelenteng di seantero kota pelabuhan tersebut terlihat sibuk. Sebutlah Kelenteng Tay Kek Sie, Kelenteng Tong Pek Bio, Kelenteng Ling Hok Bio, Kelenteng Kuik Lak Hua dan Kelenteng Sio Hok Bio dipenuhi warga yang sembahyang . Anak-anak begitu girang beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka. Di bagian kota yang lain, di Pecinan Pasar Gang Baru, suasana tak kalah meriah. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang laris manis. . Soeharto Melarang Sejenak menilik sejarah, perayaan tahun baru Imlek mulai senyap sejak Soeharto mengambil alih kuasa sejak 1966. Seturut catatan Tomy Su dalam “Pasang Surut Tahun Baru Imlek” yang terbit di Kompas (8/2/2005), ada 21 beleid beraroma rasis terhadap etnis Cina terbit tak lama setelah Soeharto mendapat Supersemar. Di antaranya adalah kebijakan menutup sekolah-sekolah berbahasa penganta

OMAH ROPINGEN KAMPUNG PANDEYAN KOTAGEDE: TITIK KECIL UNTUK MEMAHAMI PARADOKSALITAS SOSIOLOGI POLITIK INDONESIA. #achmadcharriszubair

  Foto: republika.co.id Untuk mengingatkan peristiwa 30 September 1965 yang melibatkan PKI dan membawa tragedi kemanusiaan di negeri kita. Saya reposting status saya dua tahun yang lalu.  Hanya mencoba melihat sisi lain dari peristiwa yang tidak ingin terulang lagi. Bagi yang mengenal secara dekat Tan Malaka dan atau Aidit, tahu bahwa keduanya berasal dari keluarga muslim yang taat. Bahkan DN Aidit yang sempat memimpin PKI partai dengan stigma atheispun, ada yg menyaksikan masih melakukan sholat lima waktu.  Dimasa remajanya, Aidit yang berasal dari keluarga Muhammadiyah adalah muadzin yang merdu di Masjid kampungnya Belitong. Tan Malaka bagaimanapun juga  santri dari ranah Minangkabau. Bahkan Moeso merupakan anak Kyai dari Jawa Timur. Di Kotagede, bekas ibukota Kerajaan Jawa Islam Mataram, terdapat rumah yang menyimpan catatan sejarah, yang menjadi titik awal, hiruk pikuk konflik ideologis, bahkan titik awal konflik berdarah dan menyisakan kepedihan bagi yang terlibat. Banyak kisah ki